Tuesday, 21 October 2014

AKIBAT MEMELIHARA ANJING


Hadits Pertama
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
من أمسك كلبا فإنه ينقص كل يوم من عمله قيراط إلا كلب حرث أو ماشية
Barangsiapa memelihara anjing, maka amalan sholehnya akan berkurang setiap harinya sebesar satu qiroth (satu qiroth adalah sebesar gunung uhud), selain anjing untuk menjaga tanaman atau hewan ternak.”
Ibnu Sirin dan Abu Sholeh mengatakan dari Abu Hurairah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan,
إلا كلب غنم أو حرث أو صيد
Selain anjing untuk menjaga hewan ternak, menjaga tanaman atau untuk berburu.”
Abu Hazim mengatakan dari Abu Hurairah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
كلب صيد أو ماشية
Selain anjing untuk berburu atau anjing untuk menjaga hewan ternak.” (HR. Bukhari)
[Bukhari: 46-Kitab Al Muzaro’ah, 3-Bab Memelihara Anjing untuk Menjaga Tanaman] Hadits Kedua 
Dari Ibnu ‘Umar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنِ اقْتَنَى كَلْبًا إِلاَّ كَلْبَ مَاشِيَةٍ أَوْ ضَارِى نَقَصَ مِنْ عَمَلِهِ كُلَّ يَوْمٍ قِيرَاطَانِ
Barangsiapa memelihara anjing selain anjing untuk menjaga binatang ternak, maka amalannya berkurang setiap harinya sebanyak dua qiroth (satu qiroth adalah sebesar gunung uhud).” (HR. Muslim: 23 Kitab Al Masaqoh).
An Nawawi membawakan hadits di atas dalam Bab “Perintah membunuh anjing dan penjelasan naskhnya, juga penjelasan haramnya memelihara anjing selain untuk berburu, untuk menjaga tanaman, hewan ternak dan semacamnya.”
Hadits Ketiga 
Dari Salim bin ‘Abdullah dari ayahnya –‘Abdullah-, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنِ اقْتَنَى كَلْبًا إِلاَّ كَلْبَ مَاشِيَةٍ أَوْ كَلْبَ صَيْدٍ نَقَصَ مِنْ عَمَلِهِ كُلَّ يَوْمٍ قِيرَاطٌ
Barangsiapa memelihara anjing selain anjing untuk menjaga binatang ternak dan anjing untuk berburu, maka amalannya berkurang setiap harinya sebanyak satu qiroth (satu qiroth adalah sebesar gunung uhud).” (HR. Muslim: 23 Kitab Al Masaqoh). ‘Abdullah mengatakan bahwa Abu Hurairah juga mengatakan, “Atau anjing untuk menjaga tanaman.
An Nawawi membawakan hadits ini dalam bab yang sama dengan hadits sebelumnya.
Hadits Keempat 
Dari Salim bin ‘Abdullah dari ayahnya –‘Abdullah-, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَيُّمَا أَهْلِ دَارٍ اتَّخَذُوا كَلْبًا إِلاَّ كَلْبَ مَاشِيَةٍ أَوْ كَلْبَ صَائِدٍ نَقَصَ مِنْ عَمَلِهِمْ كُلَّ يَوْمٍ قِيرَاطَانِ
Rumah mana saja yang memelihara anjing selain anjing untuk menjaga binatang ternak atau anjing untuk berburu, maka amalannya berkurang setiap harinya sebanyak dua qiroth (satu qiroth adalah sebesar gunung uhud).” (HR. Muslim: 23 Kitab Al Masaqoh). An Nawawi membawakan hadits ini dalam bab yang sama dengan hadits pertama.
Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin mengatakan, “Adapun memelihara anjing dihukumi haram bahkan perbuatan semacam ini termasuk dosa besar -Wal ‘iyadzu billah-. Karena seseorang yang memelihara anjing selain anjing yang dikecualikan (sebagaimana disebutkan dalam hadits-hadits di atas, pen), maka akan berkurang pahalanya dalam setiap harinya sebanyak 2 qiroth (satu qiroth = sebesar gunung Uhud).” (Syarh Riyadhus Shalihin, pada Bab “Haramnya Memelihara Anjing Selain Untuk Berburu, Menjaga Hewan Ternak atau Menjaga Tanaman”)
Hukum Memanfaatkan Anjing
Para ulama sepakat bahwa tidak boleh memanfaatkan anjing kecuali untuk maksud tertentu yang ada hajat di dalamnya seperti sebagai anjing buruan dan anjing penjaga serta maksud lainnya yang tidak dilarang oleh Islam.
Ulama Malikiyah berpendapat bahwa terlarang (makruh) memanfaatkan anjing selain untuk menjaga tananaman, hewan ternak atau sebagai anjing buruan. Sebagian ulama Malikiyah ada yang menilai bolehnya memelihara anjing untuk selain maksud tadi. (Al Mawsu’ah Al Fiqhiyyah, 25/124)
Mengenai larangan memelihara anjing terdapat dalam hadits dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam, beliau bersabda,
مَنِ اتَّخَذَ كَلْبًا إِلاَّ كَلْبَ مَاشِيَةٍ أَوْ صَيْدٍ أَوْ زَرْعٍ انْتَقَصَ مِنْ أَجْرِهِ كُلَّ يَوْمٍ قِيرَاطٌ
Barangsiapa memanfaatkan anjing selain anjing untuk menjaga hewan ternak, anjing (pintar) untuk berburu, atau anjing yang disuruh menjaga tanaman, maka setiap hari pahalanya akan berkurang sebesar satu qiroth” (HR. Muslim no. 1575). Kata Ath Thibiy, ukuran qiroth adalah semisal gunung Uhud (Fathul Bari, 3/149).
Dari Ibnu ‘Umar, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,
مَنِ اقْتَنَى كَلْبًا لَيْسَ بِكَلْبِ مَاشِيَةٍ أَوْ ضَارِيَةٍ ، نَقَصَ كُلَّ يَوْمٍ مِنْ عَمَلِهِ قِيرَاطَانِ
Barangsiapa memanfaatkan anjing, bukan untuk maksud menjaga hewan ternak atau bukan maksud dilatih sebagai anjing untuk berburu, maka setiap hari pahala amalannya berkurang sebesar dua qiroth.” (HR. Bukhari no. 5480 dan Muslim no. 1574)
Anjing yang dibolehkan untuk dimanfaatkan adalah untuk tiga maksud yaitu sebagai anjing yang digunakan untuk berburu, anjing yang digunakan untuk menjaga hewan ternak dan anjing yang digunakan untuk menjaga tanaman.
Bagaimana Memanfaatkan Anjing untuk Menjaga Rumah?
Ibnu Qudamah rahimahullah pernah berkata,
وَإِنْ اقْتَنَاهُ لِحِفْظِ الْبُيُوتِ ، لَمْ يَجُزْ ؛ لِلْخَبَرِ .وَيَحْتَمِلُ الْإِبَاحَةَ .وَهُوَ قَوْلُ أَصْحَابِ الشَّافِعِيِّ ؛ لِأَنَّهُ فِي مَعْنَى الثَّلَاثَةِ ، فَيُقَاسُ عَلَيْهَا .وَالْأَوَّلُ أَصَحُّ ؛ لِأَنَّ قِيَاسَ غَيْرِ الثَّلَاثَةِ عَلَيْهَا ، يُبِيحُ مَا يَتَنَاوَلُ الْخَبَرُ تَحْرِيمَهُ . قَالَ الْقَاضِي : وَلَيْسَ هُوَ فِي مَعْنَاهَا ، فَقَدْ يَحْتَالُ اللِّصُّ لِإِخْرَاجِهِ بِشَيْءِ يُطْعِمُهُ إيَّاهُ ، ثُمَّ يَسْرِقُ الْمَتَاعَ .
“Tidak boleh untuk maksud itu (anjing digunakan untuk menjaga rumah dari pencurian) menurut pendapat yang kuat berdasarkan maksud hadits (tentang larangan memelihara anjing). Dan memang ada pula ulama yang memahami bolehnya, yaitu pendapat ulama Syafi’iyah (bukan pendapat Imam Asy Syafi’i, pen). Karena ulama Syafi’iyah menyatakan anjing dengan maksud menjaga rumah termasuk dalam tiga maksud yang dibolehkan, mereka simpulkan dengan cara qiyas (menganalogikan). Namun pendapat pertama yang mengatakan tidak boleh, itu yang lebih tepat. Karena selain tiga tujuan tadi, tetap dilarang. Al Qodhi mengatakan, “Hadits tersebut tidak mengandung makna bolehnya memelihara anjing untuk tujuan menjaga rumah. Si pencuri bisa saja membuat trik licik dengan memberi umpan berupa makanan pada anjing tersebut, lalu setelah itu pencuri tadi mengambil barang-barang yang ada di dalam rumah”. (Al Mughni, 4/324)
Walaupun sebagian ulama membolehkan memanfaatkan anjing untuk menjaga rumah, namun itu adalah pendapat yang lemah yang menyelisihi hadits yang telah dikemukakan di atas.
Biar Rumah Aman, Tawakkal itu Kuncinya
Sebagian orang menyangka bahwa menjaga rumah mesti dengan menyewa satpam atau dengan penjaga yang haram yaitu anjing. Bahkan yang senang dipilih adalah anjing karena tanpa biaya bulanan. Padahal sebaik-baik tempat bergantung adalah pada Allah Yang Maha Mencukupi dan sebaik-baik tempat bergantung. Meskipun ada satpam atau anjing penjaga sekalipun, kalau Allah takdirkan rumah kecolongan, yah pasti kecolongan. Karena satpam dan anjing tadi bisa saja dikelabui oleh si pencuri. Maka tawakkal itu adalah kunci utama. Tawakkal adalah bersandarnya hati pada Allah dengan disertai usaha semaksimal mungkin.
Allah Ta’ala berfirman,
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا (2) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ
Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar, dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. dan Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS. Ath Tholaq: 2-3). Ath Thobari rahimahullah mengatakan, “Barangsiapa bertakwa pada Allah dan menyandarkan urusannya pada Allah, maka Allah yang mencukupinya.”(Tafsir Ath Thobari, 23/46)
Menghidupkan rumah dengan dzikir dan ibadah pun bisa menjaga rumah dari gangguan makhluk jahat termasuk pencuri. Dzikir yang bisa dirutinkan setiap pagi dan sore agar melindungi dari berbagai gangguan adalah sebagai berikut,
بِسْمِ اللهِ لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي اْلأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
Bismillahilladzi laa yadhurru ma’as mihi syai-un fil ardhi wa laa fis samaa’, wa huwas samii’ul ‘aliim” [Dengan nama Allah yang bila disebut, segala sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui] (Dibaca 3 x). Dalam hadits ‘Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu disebutkan bahwa barangsiapa yang mengucapkan dzikir ini sebanyak tiga kali di shubuh hari dan tiga kali di sore hari, maka tidak akan ada yang memudhorotkannya. (HR. Abu Daud no. 5088, 5089, At Tirmidzi no. 3388, Ibnu Majah no. 3869, Ahmad (1/72). Syaikh Ibnu Baz menyatakan bahwa sanad hadits tersebut hasan dalam Tuhfatul Akhyar hal. 39)
Rajin shalat sunnah di rumah juga bisa melindungi dari berbagai kejelekan atau gangguan.[1] Sebagaimana terdapat hadits dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا خَرَجْتَ مِنْ مَنْزِلِكَ فَصَلِّ رَكْعَتَيْنِ يَمْنَعَانِكَ مِنْ مَخْرَجِ السُّوْءِ وَإِذَا دَخَلْتَ إِلَى مَنْزِلِكَ فَصَلِّ رَكْعَتَيْنِ يَمْنَعَانِكَ مِنْ مَدْخَلِ السُّوْءِ
Jika engkau keluar dari rumahmu, maka lakukanlah shalat dua raka’at yang dengan ini akan menghalangimu dari kejelekan yang berada di luar rumah. Jika engkau memasuki rumahmu, maka lakukanlah shalat dua raka’at yang akan menghalangimu dari kejelekan yang masuk ke dalam rumah.” (HR. Al Bazzar, hadits ini shahih. Lihat As Silsilah Ash Shohihah no. 1323).
Daripada menjaga rumah dengan anjing yang najis dan haram, maka melindungi rumah dengan dzikir dan ibadah yang kami contohkan tentu lebih utama.
Hanya Allah yang memberi taufik dan hidayah.

Monday, 20 October 2014

Halal Haramnya Anjing, Polemik dan Kebimbangan

Anjing merupakan salah satu hewan ciptaan Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang banyak dipelihara oleh manusia, terutama oleh non-muslim. Namun saat ini tak sedikit juga orang muslim yang mulai melirik untuk memelihara anjing demi berbagai keperluan. Sejak kecil, mungkin banyak diantara kita sebagai Muslim yang sudah terdoktrin bahwa anjing itu haram dan hina. Sehingga saat tumbuh dewasa dan mulai banyak pengetahuan serta mampu berpikir rasional, kita mempertanyakan apakah benar anjing itu haram dan begitu hina? Bukankah anjing juga merupakan makhluk yang diciptakan Allah Subhanahu Wa Ta'ala? Untuk menyimpulkan hal ini memang tidak mudah, karena banyak perbedaan pendapat terkait hukum anjing ini. Ada yang berpendapat bagaimanapun bentuknya, anjing itu haram. Ada pula yang menganggapnya sah-sah saja. Anjing itu hewan yang setia kepada tuannya, anjing itu hewan yang pintar, dan ajing itu hewan yang bermanfaat. Di dalam Al-Qur’an, tidak disebutkan bahwa anjing adalah haram.
قُلْ لَا أَجِدُ فِي مَا أُوحِيَ إِلَيَّ مُحَرَّمًا عَلَى طَاعِمٍ يَطْعَمُهُ إِلَّا أَنْ يَكُونَ مَيْتَةً أَوْ دَمًا مَسْفُوحًا أَوْ لَحْمَ خِنْزِيرٍ فَإِنَّهُ
                   رِجْسٌ أَوْ فِسْقًا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَإِنَّ رَبَّكَ غَفُورٌ رَحِيمٌ
“Katakanlah: “Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi – karena sesungguhnya semua itu kotor – atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah.” (QS. Al An’am: 145).

Mungkin ada diantara kita yang menjadikan ayat diatas sebagai sebuah pegangan mengenai hukum anjing. Selain yang tersebut pada ayat Al-Qur’an diatas, berarti boleh dan tidak haram. Karena jika anjing haram, harusnya ada dalam ayat tersebut. Sedangkan pada QS. Al An’am 145, hanya disebutkan 4 macam yaitu bangkai, darah yang mengalir, daging babi, dan binatang yang disembelih atas nama selain Allah. Setidaknya, itu beberapa alasan orang yang berkesimpulan bahwa anjing tidaklah haram, mungkin ada pula pendapat lain.
Meskipun dalam Al-Qur’an tidak disebutkan, tetapi satu hal yang harus menjadi rujukan kita sebagai umat muslim adalah As-Sunnah atau contoh yang diberikan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam. Dasarnya adalah beberapa ayat Al-Qur’an sebagai berikut :
قُلْ أَطِيعُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْكَافِرِينَ
“Katakanlah: “Ta’atilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir.” (QS. Ali Imron: 32)
وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ
“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, Akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka.” (QS. Al Ahzab: 36)
Dari kedua dasar diatas secara gamblang menyatakan, bahwa kita sebagai mukmin harus mematuhi Allah dan Rasul-Nya.
Terkait dengan hukum mengenai anjing, karena tidak ditemukan hukum haram di dalam Al-Qur’an, rujukan selanjutnya adalah Sunnah. Dasarnya adalah :
فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ
“Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya).” (QS. An Nisa’: 59)
Apakah ada kata-kata atau perbuatan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam yang berkaitan dengan anjing?
Dari bu Hurairah, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda :
كُلُّ ذِي نَابٍ مِنْ السِّبَاعِ فَأَكْلُهُ حَرَامٌ
“Setiap binatang buas yang bertaring, maka memakannya adalah haram.” (HR. Muslim no. 1933)
Jika memakan daging anjing itu haram dimakan, bagaimana bukan untuk dimakan?
Jika digunakan sebagai daging pangan, tentu masih banyak daging lain yang bisa digunakan, meskipun misalnya anjing halal. Jika sudah jelas haram hukum memakannya, bagaimana jika pemanfaatanya tidak untuk dimakan?
Sebagai hewan yang terkenal sangat setia terhadap tuannya, penggemar anjing pun mulai banyak. Sepertinya, tidak adil kalau hewan sepintar dan sesetia anjing itu diharamkan atau dihina dina-kan. Toh masih bisa dimanfaatkan untuk kepentingan yang membantu manusia. Bagaimana pendapat seperti itu?
Pertama, air liur anjing adalah najis, bahkan tergolong najis mugholadzoh atau najis berat. Berangkat dari situ, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai najis nya tubuh anjing. Tetapi, semua ulama sepakat bahwa air liur anjing adalah najis berat. Bahkan, ada penelitian ilmiah terkait dengan kuman yang terkandung dalam air liur anjing, dan kenapa harus dibasuh 7 kali, salah satunya dengan tanah. Tapi saat ini kita tidak akan membahas hal tersebut, terlepas dari kandungan kuman ataupun tidak, ulama sepakat bahwa air liur anjing adalah najis dan artinya kita wajib mentaatinya. Beberapa hadits yang menjadi rujukan najisnya air liur anjing.
Dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:
إِذَا شَرِبَ الْكَلْبُ فِى إِنَاءِ أَحَدِكُمْ فَلْيَغْسِلْهُ سَبْعًا
“Jika anjing minumm di salah satu bejana di antara kalian, maka cucilah bejana tersebut sebanyak tujuh kali” (HR. Bukhari no. 172 dan Muslim no. 279).
Dalam riwayat lain disebutkan,
أُولاَهُنَّ بِالتُّرَابِ
“Yang pertama dengan tanah (debu)” (HR. Muslim no. 279)
Dalam hadits ‘Abdullah bin Mughoffal, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا وَلَغَ الْكَلْبُ فِى الإِنَاءِ فَاغْسِلُوهُ سَبْعَ مَرَّاتٍ وَعَفِّرُوهُ الثَّامِنَةَ فِى التُّرَابِ
“Jika anjing menjilat (walagho) di salah satu bejana kalian, cucilah sebanyak tujuh kali dan gosoklah yang kedelapan dengan tanah (debu)” (HR. Muslim no. 280).
Terkait dengan selain air liur, Mazhab Hanafiyah berpendapat bahwa bagian dari anjing yang najis adalah air liur, mulut, dan kotorannya. (Fathul Qadir jilid 1 halaman 64, kitab Al-Badai` jilid 1 halaman 63). Anggota tubuh lain dianggap tidak najis, karena hadits yang menyatakan kenajisan anjing adalah ketika anjing minum di suatu bejana atau wadah air, maka bagian mulut dan air liur beserta kotoran yang dianggap najis.
Mazhab Al-Malikiyah juga berpendapat tubuh anjing tidaklah najis karena pada hadits nabawiyah tentang najisnya anjing, tidak terdapat bagian yang menyebutkan tubuh anjing itu najis. (kitab Asy-Syarhul Kabir jilid 1 halaman 83 dan As-Syarhus-Shaghir jilid 1 halaman 43).
Sedangkan Mazhab As-Syafi’iyah dan Al-Hanbaliah berpendendapat bahwa semua anggota tubuh anjing adalah najis berat, termasuk keringatnya. Sumber air liur adalah badan anjing, sehingga tidak hanya air liur dan mulutnya saja tetapi juga seluruh badan termasuk tubuh, air kencing, kotoran, dan keringatnya.
Salah satu riwayat hadits yang memperkuat pendapat tersebut adalah :
Bahwa Rasululah SAW diundang masuk ke rumah salah seorang kaum dan beliau mendatangi undangan itu. Di kala lainya, kaum yang lain mengundangnya dan beliau tidak mendatanginya. Ketika ditanyakan kepada beliau apa sebabnya beliau tidak mendatangi undangan yang kedua, beliau bersabda,"Di rumah yang kedua ada anjing sedangkan di rumah yang pertama hanya ada kucing. Dan kucing itu itu tidak najis." (HR Al-Hakim dan Ad-Daruquthuny).
(kitab Mughni Al-Muhtaj jilid 1 halaman 78, kitab Kasy-syaaf Al-Qanna` jilid 1 halaman 208 dan kitab Al-Mughni jilid 1 halaman 52)
Lalu, bagaimana hadits-hadits tentang hukum memelihara anjing?
Ada beberapa hadits yang menyangkut tentang pemeliharaan anjing di rumah. Beberapa hadits tersebut membolehkan pemeliharan anjing, namun ada syarat dan ketentuan berlaku. Seperti beberapa hadits berikut ini :
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
من أمسك كلبا فإنه ينقص كل يوم من عمله قيراط إلا كلب حرث أو ماشية
“Barangsiapa memelihara anjing, maka amalan sholehnya akan berkurang setiap harinya sebesar satu qiroth, selain anjing untuk menjaga tanaman atau hewan ternak.”
*(satu qiroth adalah sebesar gunung uhud)
كلب صيد أو ماشية
 “Selain anjing untuk berburu atau anjing untuk menjaga hewan ternak.” (HR. Bukhari)
[Bukhari: 46-Kitab Al Muzaro’ah, 3-Bab Memelihara Anjing untuk Menjaga Tanaman]
Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu, sesungguhnya Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda :
1575 ( مَنِ اتَّخَذَ كَلْباً إِلاَّ كَلْبَ مَاشِيَةٍ ، أوْ صَيْدٍ ، أوْ زَرْعٍ ، انْتُقِصَ مِنْ أجْرِهِ كُلَّ يَوْمٍ قِيرَاطٌ ) رواه مسلم)
"Siapa yang memelihara anjing, kecuali anjing untuk menjaga hewan ternak, berburu dan menjaga tanaman, maka akan dikurangi pahalanya setia hari sebanyak satu qirath." (HR. Muslim, no. 1575)
Hubungannya dengan menjaga rumah yang mungkin banyak orang muslim gunakan, ada salah satu pendapat ulama yaitu :
Syekh Ibn Utsaimin rahimahullah berkata, "Dengan demikian, rumah yang terletak di tengah kota, tidak ada alasan untuk memelihara anjing untuk keamanan, maka memelihara anjing untuk tujuan tersebut dalam kondisi seperti itu diharamkan, tidak boleh, dan akan mengurangi pahala pemiliknya satu qirath atau dua qirath setiap harinya. Mereka harus mengusir anjing tersebut dan tidak boleh memeliharanya. Adapun kalau rumahnya terletak di pedalaman, sekitarnya sepi tidak ada orang bersamanya, maka ketika itu dibolehkan memelihara anjing untuk keamanan rumah dan orang yang ada di dalamnya. Menjaga penghuni rumah jelas lebih utama dibanding menjaga hewan ternak atau tanaman." Selesai ‘Majmu’ Fatawa Ibnu Utsaimin, 4/246.
Dari berbagai pendapat tersebut, secara garis besar membolehkan memelihara anjing untuk tujuan menjaga hewan ternak, tanaman, atau berburu. Sedangkan seperti yang banyak dilakukan orang memelihara anjing karena hobi, tidaklah diperbolehkan berdasar simpulan dari hadits-hadits diatas.
Namun bagaimanapun, anjing tetaplah umatNya.
“Andaikata anjing- anjing itu bukan umat seperti umat-umat yang lain, niscaya saya perintahkan untuk dibunuh.” (Riwayat Abu Daud dan Tarmizi)
 “Tidak ada satupun binatang di bumi dan burung yang terbang dengan dua sayapnya, melainkan suatu umat seperti kamu juga.” (QS.Al-An’am ayat 38)
InsyaAllah, tidak memelihara anjing bukan berarti menghina dina kan makhluk Allah. Hanya saja, berusaha untuk menghindari perkara yang didalamnya terdapat keragu-raguan, dan tidak ada kerugian ketika menghindarinya.
Untuk menentukan haram atau halal, bukan perkara mudah. Selain harus sesuai dengan Al-Qur’an dan hadits, pendapat mengenai haram dan halalnya sebuah perkara, tidak bisa hanya melalui logika berpikir kita sendiri. Karena sangat berbahaya apabila kita menilai sesuatu hanya berdasarkan logika kita sendiri yang terkadang terlalu liar untuk dikendalikan. Sehingga, kewaspadaan untuk menghindari sesuatu yang masih dirasakan ragu-ragu, adalah lebih utama.
Wallahu a'lam bishawab
Hanya Allah yang memberi taufik dan hidayah, Semoga kita terhindar dari perkara yang sia-sia dan dimurkaiNya. Aamiin

Wednesday, 15 October 2014

KENAPA ANWAR TERLALU KECUT DAN TAKUT SHAFEE ABDULLAH?

Kenapa dan mengapa Anwar sangat takut dan kecut sangat berdepan dengan Shafee? Apakah Shafee jenis “orang makan orang” atau zombie? sedangkan Shafee adalah peguam sepertimana peguam lain contohnya Karpal Singh. Atau apakah strategi Anwar sengaja mahu melengah-lengahkan kes rayuan itu? Takut sekiranya Mahkamah Rayuan menolak keputusan Mahkamah Tinggi dan mendapati dialah manusia yang dilabelkan sebagai “lelaki Y” yang meliwat Saiful Bukhari Azlan dalam keadaan “paksa rela”?
 
Aneh, kalau dia yakin tidak bersalah dan dia ada bukti yang dia tidak bersalah, dia tidak akan takut berdepan dengan sesiapa pun? Apakah dengan kematian Karpal Singh maka tidak ada lagi peguam yang dapat mempertahankannya aibnya itu? Dalam perbicaraan liwat sebelum itu di Mahkamah Tinggi, kes berkenaan tertangguh sebanyak 69 kali. Anwar Ibrahim dan pasukan peguambelanya telah menggunakan pelbagai taktik dan kaedah kotor untuk menghalang serta melambat-lambatkan kes tersebut. Malah sehingga ke saat akhir, Anwar yang percaya dia tidak akan terlepas, masih juga cuba menangguhkan keputusan penghakiman menerusi taktik 'tangguh' Rayuan kes liwat tertangguh semenjak Julai tahun lepas angkara Anwar Ibrahim melewat-lewatkan proses dengan menggunakan pelbagai helah perundangan termasuklah menghantar sijil sakit walaupun pada masa yang sama, dia sedang sibuk berceramah dan ke luar negara?.

Maklumlah, Anwar sebelum ini hanya dilepaskan hanya kerana cara memproses bukti air mani Anwar yang kononnya tidak mengikut standard “pakar dari Australia”. Kalau ikut standard yang ditetapkan “pakar” yang diimport Anwar, hanya Anwar saja yang boleh lolos dari dijatuhkan hukuman liwat. Kalau orang lain yang dituduh meliwat dan air maninya diproses jabatan kimia seperti amalan standard di negara kita, sudah tentu peliwat itu akan merengkok dalam penjara. Tapi oleh kerana negara kita perlu ikut standard “pakar Anwar”, maka Anwar boleh terlepas dengan begitu mudah. 

Lantaklah sama ada Anwar salah atau tidak. Mahkamah di dunia ini tidak sempurna dan kadang-kala kurang adil terhadap sesuatu yang dibicarakan. Bukanlah menyanggah sistem keadilan negara. Cumanya, mahkamah Allah lebih adil berbanding mahkamah di akhirat. Buktinya berapa ramai penjenayah dan tukang buat dosa terlepas di mahkamah dunia hanya disebabkan mereka kaya raya dan mampu membayar peguam yang handal. Tapi di akhirat kelak, mereka tahulah nasib mereka…Permohonan Anwar Ibrahim untuk menolak Syafie Abdullah sebagai pendakwaraya buat kali ketiga digagalkan oleh Mahkamah Persekutuan semalam. Dalam kenyataan penghakimannya, Hakim Mahkamah Rayuan Datuk Balia Yusof Wahi yang mengetuai panel tiga orang hakim memutuskan bahawa permintaan Anwar Ibrahim adalah remeh dan menyusahkan yang sengaja untuk melambat-lambatkan rayuan pihak pendakwa.

Apa sebenarnya yang Shafie ada sampaikan Anwar sangat takut dengannya?

Pendapat mantan Perdana Menteri Tun Dr Mahathir Mohamad yang berkata Anwar sebenarnya takut untuk dibicarakan. "Ini cuma usaha untuk melewat-lewatkan perbicaraan. Dia (Anwar) takut untuk dibicarakan kerana dia buat salah. "Jadi dia takut mahkamah akan jatuhkan hukuman ke atasnya. Tetapi memanglah dia takut pada Shafee. "Shafee dah menang banyak kes-kes rumit. Saya fikir Anwar pun gentar jugalah,"

Untuk mengetahui siapa sebenarnya Muhammad Shafee, satu nama yang cukup hebat dalam dunia perundangan sehingga turut diakui oleh Dr. Mahathir ini? Dari segi kelulusan, beliau adalah lulusan undang-undang dari Universiti Malaya pada tahun 1977. Kemudiannya beliau menyambung pelajaran di institusi pendidikan tersohor, London School Of Economics hingga memperolehi Masters in Law pada tahun 1984.

Muhammad Shafee juga pernah menghadiri kursus di US State Department on "Legal Institutions and Grass Roots Movements dan di National College for District Attorneys di Houston, Texas. Beliau adalah ahli kehormat County Bar Association, Minnesota, U.S.A. Muhammad Shafee pada awalnya bertugas sebagai pendakwa sebelum meninggalkan Jabatan Peguam Negara pada tahun 1983 untuk menjadi peguambela dan peguamcara.

Sewaktu berkhidmat dengan kerajaan lagi, beliau sudah memenangi pelbagai kes berprofil tinggi dengan berjaya membuktikan kesalahan ramai individu yang terlibat dengan kes pembunuhan, pengedaran dadah, pemilikan senjata api, pecah amanah dan pelbagai lagi.   Pada 22 oktober 2009 beliau dilantik mewakili Malaysia ke Suruhanjaya Antara Kerajaan ASEAN Mengenai Hak Asasi Manusia (AICHR) – badan yang pertama seumpamanya di rantau Asia Pasifik. Dalam mahkamah, Shafee cukup terkenal dengan kelantangannya dan cukup garang bila berbahas. Kita tak mungkin lupa bagaimana beliau menghempas fail dalam kes Raja Petra Kamaruddin. Kisahnya Raja Petra tidak lama dulu telah menuduh Muhammad Shafee dengan pelbagai tuduhan termasuk menggunakan firma guamannya untuk melancarkan 'operasi khas' menjatuhkan Anwar Ibrahim. Ia terkandung dalam artikel tulisannya bertajuk Shafee Abdullah: Sodomologist Extraordinaire, Money, Power and Sex: What Motivated Man dan The Real Dalang Behind The Anwar Sodomy Allegation.

Bosan dengan sikap penulis blog itu, Muhammad Shafee bertindak menemui Raja Petra secara bertentang 'mata-ke-mata' dengannya di Mahkamah Majistret pada 15 Ogos lalu. Tujuaannya hanya satu, menyerahkan perintah mahkamah dan writ saman kepada tuan punya diri. Apabila menyedari Raja Petra enggan menerimanya, Muhammad Shafee hilang sabar dan terus menghempaskan semua fail itu ke lantai! Beliau belum puas!

Berikutnya beliau sekali lagi mencabar Raja Petra dalam sidang akhbar khas di pejabatnya. Beliau juga mengkritik Raja Petra yang hanya tahu berselindung di sebalik laman webnya dengan tidak membenarkan debat secara terbuka. "Raja Petra hanya menyiarkan komen yang dirasakan baik untuk dirinya dengan ada tapisan, tetapi mendakwa dia mahukan masyarakat yang terbuka. "Dia (Raja Petra) seorang yang manusia yang pengecut seperti kata pepatah 'baling batu sembunyi tangan!!!" Mengenali peguam tersohor itu, beliau tidak akan terhenti di situ saja.

Tabiat Muhammad Shafee ialah, beliau akan berlawan habis-habisan dengan mereka yang ingin bersilat dengannya. Inilah yang dikatakan buku bertemu ruas.

Monday, 6 October 2014

ORANG ISLAM DI SELANGOR MESTI TAK TAHU:



ORANG ISLAM DI SELANGOR MESTI TAK TAHU PUNYA, ADA PERJANJIAN YANG TIDAK PERNAH DIHEBAHKAN ANTARA AZMIN DAN PUAK KRISTIAN ??? SILA BACA INI??

Dari Christian United: Azmin Penyelamat: Bible Bakal Di Pulangkan.

Admin Christian United For Malaysia ingin mengucapkan jutaan tahniah kepada YB Menteri Besar Baru Selangor Mohammad Azmin Bin Ali. Kami juga menyeru agar YB Azmin Ali segera menunaikan janjinya agar Bible akan dipulangkan dengan segera kepada Bible Society of Malaysia.

Atas semangat toleransi dan menghormati agama, YB Azmin Ali perlu mengotakan janjinya kepada orang-orang Kristian di Malaysia. Semoga ALLAH & Yesus merahmati YB Azmin Ali sekeluarga dan segera membetulkan keadaan yang semakin lama semakin teruk ini

Sunday, 28 September 2014

MAT SABUN JILAT DAP?


Tidak hairanlah kalau Mat Sabun menjadi `kasut' kepada DAP dalam isu pemecatan Bendahari PAS Pulau Pinang daripada semua jawatannya dalam Jawatankuasa Majlis Perbandaran Pulau Pinang serta peruntukan-peruntukan yang diperolehinya. Kata Mat Sabun, Iszuree Ibrahim tidak dipecat, sebaliknya cuma 'DIKELUARKAN DARI SEMUA TUGAS' Jawatankuasa Majlis Perbandaran Pulau Pinang. Peruntukan untuknya juga dibekukan. Itu pemahaman Mamat ini...

Tak tahulah dari mana dia belajar ilmu mantiq, tetapi ternyata alasan yang diberikan oleh Mamat ini ternyata menunjukkan tahap otak penipunya tidaklah sehebat mana. Apa beza, 'dikeluarkan daripada semuga tugasnya' dengan 'dipecat daripada jawatannya'? Benda yang sama. Iszuree telah dilucutkan daripada semua tugas-tugas yang melibatkan Jawatankuasa Majlis Perbandaran Pulau Pinang. Tak kisahlah sama ada peruntukannya dibekukan atau dipindahkan kepada orang lain, tetapi yang pasti, selain jawatannya ditarik balik, Iszuree juga tidak lagi mempunyai sebarang peruntukan.  Dengan kata lain, Iszuree telah dijadikan seorang penganggur tanpa sekepiang duit dalam poketnya. Mamat ini sekali lagi jilat DAP demi untuk hidup bersama LGE?

Jadi, di mana perbezaan yang dikatakan oleh Mamat ini ? Bayangkanlah, Mamat ini  telah 'dikeluarkan' daripada tugas-tugasnya selaku Timbalan Presiden dan segala kuasanya ditarikbalik serta semua peruntukan kepadanya sebagai Timbalan Presiden dibekukan dan dipindahkan kepada orang lain. Apa maknanya dengan tindakan tersebut? Apa status Mama tu?

Tapi apa nak diherankan... Mamat  tu memang bodoh dan bebal. Jadi bahasa yang sebegitu mudah pun, dia tidak akan faham melainkan dia jadi burung kakatua untuk rakan sehidupnya LGE!!!

Tuesday, 23 September 2014

FOR YOUR EYE ONLY: AZMIN ALI




Bila Negara itu ditadbir dengan warna jahat, maka coraknya sudah tentu tidak cantik bahkan huru-hara jadinya. Persoalannya, bagaimana mata yang melihat ini menafsirkan warna itu baik atau jahat? Padahal mata kita semua sama sahaja. Jika berpandu pada ilmu sains, bila kita melihat sesuatu, mata akan mendapat signal lantas dipacu terus ke sel-sel otak untuk membuatkan kita mendapatkan output atau tafsiran yang akan diterjemah pada mulut.

Inilah realiti masyarakat di setiap Negara, baik di eropah, asia atau timur tengah atau di mana-mana sahaja Negara, perkara ini pasti wujud. Manusia ini sebenarnya tidak kenal bahkan tidak ingin ambil tahu fitrah kewujudan manusia sebenar di atas muka bumi ini. Bukankah kita semua baik-baik belaka sama ada yang menganut agama Islam atau lain-lain agama, semuanya semasa di alam roh telah taat janji setia untuk senantiasa menyembah Allah SWT yang Maha Esa? Semua manusia itu lumrahnya punyai sifat yang sangat baik tiada kotornya.

Maka dengan itu, manusia ini sebenarnya mampu melihat warna Negara nya sendiri dengan menselarikan dengan fitrah manusia. Jikalau negaranya itu bergelumang dengan rasuah, adakah masih kita ingin katakan Negara kita itu bebas dari rasuah? Semata-mata ingin melihat warna Negara nya sendiri tidak dicalar padahal ianya sudah calar-balar.

Politik itu ilmu. Ilmu mentadbir. Bila disebut ‘ilmu’ sudah tentu ianya datang dari Allah SWT Yang Maha Bijaksana bahkan ilmu itu digunapakai untuk kemudahan dan kesenangan di dunia agar kehidupan ini diberkati Allah untuk kita membawa bekalan di kehidupan selepas mati yang kekal abadi yakni di akhirat kelak.

Bila sesebuah Negara itu ditadbir dengan warna yang kurang menarik, maka politiknya juga tidak menarik. Disebabkan warna itu juga mempengaruhi politik. Maka, politik itu mula menjadi KOTOR sepertimana kotornya warna itu walaupun cantik di mata-mata manusia yang tegar mempertahankan kecantikkan itu walau hakikat warna itu sudahpun KOTOR. Bukankah kita sudah bincangkan di atas iaitu ilmu itu memudahkan manusia tetapi kini kenapa tidak sedemikian?

Apa yang jelas dan kekal adalah ‘ilmu’ itu memudahkan manusia. Ilmu itu juga datang dari Allah SWT yang Maha Bijaksana. Itu PASTI. Bagaimana ilmu itu menjadi KOTOR adalah berpunca dari manusia yang mengamalkan ilmu itu. Allah SWT menciptakan manusia di atas muka bumi ini adalah untuk mentadbir alam agar seluruh makhluk di atas muka bumi ini sentiasa diberkati Allah. Pada masa yang sama,untuk menggalas tanggungjawab mentadbir alam ini, Allah SWT menguji setiap manusia ini dengan NAFSU dan pelbagai ujian agar iman manusia itu sentiasa kuat agar manusia itu benar-benar serius untuk mentadbir alam ini dengan berlandaskan syariat Islam yang sebenar.

Dengan itu, ilmu politik yang dianggap KOTOR itu adalah berpunca dari manusia yang kalah dengan hawa nafsunya sendiri yang sentiasa mengejar dunia tanpa melihat akhirat dengan perasaan takut. Lantas, ditadbirnya Negara itu berlandaskan ikutan hawa nafsunya semata-mata. Rosak warna itu.

Cukup kita mengambil contoh atau model ilmu politik yang BERSIH yang diamalkan sewaktu pentadbiran kerajaan Madinah dimana Perdana Menterinya adalah Nabi kita yang disayangi Nabi Muhammad SAW, Negara diwarnai dengan begitu cantik bahkan tenang melihatnya. Warna itu tersebar meluas di seluruh dunia dengan hanya mengamalkan Ilmu Politik yang BERSIH, ilmu yang datang dari Allah SWT dan diamalkan oleh hati yang BERSIH nan suci sudah tentu output nya juga cukup gemilang!

Warna apa yang sedang mewarnai dan mendominasi Negara kalian waktu ini? Fikir-fikirkan..
Tapi…adakah sel-sel otak kita ini berbeza-beza setiap orang? Sehinggakan wujud dua penafsiran sama ada warna itu baik atau buruk.

AZMIN ALI: ANTARA BIBLE ATAU ISLAM???

MASIH INGAT!!!Azmin Ali dalam sidang media pada 17 Januari 2013 telah menyanggah ketetapan yang dibuat oleh Majlis Syura' Ulama' PAS mengenai isu kalimah Allah. Pada 13 Januari 2013, Majlis Syura' Ulama' PAS telah membuat ketetapan melarang sebarang penggunaan kalimah Allah oleh kristian kerana ianya membabitkan persoalan aqidah dan bukannya isu politik. Azmin dalam kenyataannya menyanggah ketetapan Majlis Syura' Ulama' PAS dengan menyatakan bahawa ketetapan Majlis Syura' Ulama' PAS hanya mengikat ahli PAS.
Azmin bertegas menyatakan bahawa beliau bersetuju dengan pendirian Majlis Presiden Pakatan Pembangkang DAP-PKR-PAS yang dibuat pada 08 Januari 2013 yang memperakui kristian boleh menggunakan kalimah Allah walaupun tidak menepati kehendak Al-Quran; sebagaimana yang dituntut oleh Lim Guan Eng didalam ucapan hari krismas pada 25 Disember 2012.
Pendirian Azmin ini jelas bercanggah dengan titah Tuanku Sultan Selangor sendiri ketika itu. Ianya juga jelas bercanggah dengan pendirian Majlis Agama Islam Selangor, Jabatan Agama Islam Selangor; malahan bercanggah dengan Enakmen Pelarangan Pendakyahan Agama Bukan Islam 1988 Selangor yang jelas melarang penggunaan kalimah Allah oleh mana-mana orang bukan Islam dalam bentuk yang dilarang Islam.
Persoalannya ialah, apakah kelak akan berlaku pertembungan dan konfrontasi diantara Kerajaan Negeri Selangor dibawah pimpinan Azmin Ali dengan Tuanku Sultan Selangor, institusi Islam Negeri Selangor dan juga Undang-Undang sah Negeri Selangor? Sekurang-kurangnya Tan Sri Khalid jelas pendiriannya dalam isu ini - iaitu patuh kepada titah Tuanku Sultan Selangor sendiri. Sebab itu sehingga hari ini Kerajaan Selangor pimpinan Tan Sri Khalid enggan mengembalikan bibel versi bahasa Melayu yang dirampas MAIS kepada Bible Society of Malaysia.
Adakah Azmin akan melanggar titah Tuanku dan Enakmen Anti-Dakyah Negeri Selangor dengan mengembalikan bibel-bibel tersebut, dan membenarkan kristian mengguna-pakai kalimah Allah di bumi Selangor ini?
Apa yang jelas pendirian Azmin yang dinyatakan melalui sidang media pada 17 Januari 2013 itu tidak pernah ditarik balik secara terbuka? Dan Azmin sendiri tidak menyatakan dengan jelas dan sarih bahawa dia sudah menukar pendirian dan bersetuju dengan titah Tuanku dan undang-undang negeri Selangor melarang kristian menyalahguna kalimah Allah di bumi Selangor ini?
Kita perlu ingat isu kalimah Allah ini belum pun tamat. Bible Society of Malaysia masih menuntut dikembalikan bibel-bibel versi bahasa Melayu yang mengandungi kalimah-kalimah yang dilarang. Penerbitan The Herald membuat kenyataan semalam bahawa mereka telah memfailkan permohonan menyemak semula keputusan Mahkamah Persekutuan. Dan rayuan pihak SIB - Sidang Injil Borneo untuk penggunaan kalimah Allah oleh kristian dan hak mendakyahkannya akan didengar oleh Mahkamah Rayuan pada 01 Oktober 2014.
Bermakna isu kalimah Allah dan penggunaan bibel versi bahasa Melayu masih lagi panas berapi dan akan berpanjangan,  Apakah pendirian kerajaan Azmin Ali ???BIBLE ATAU PERTAHANKAN ISLAM????